Cara Lulus JLPT: 10 Strategi yang Benar-Benar Berhasil

Belajar banyak nggak cukup untuk lulus JLPT. Harus belajar dengan benar. Ini 10 strategi yang membedakan yang lulus dan yang harus coba lagi di Desember.

1. Mulai dari Kanji, Bukan Tata Bahasa

Kontra-intuitif? Mungkin. Tapi kanji butuh waktu untuk meresap. Tata bahasa bisa dipelajari dalam hitungan minggu. Kanji butuh bulan paparan berulang. Mulai lebih awal, belajar sedikit setiap hari, dan saat sampai ke tata bahasa, kanji sudah bukan hambatan lagi.

2. Jangan Belajar Daftar. Belajar dalam Konteks.

Menghafal 日 sendirian hampir percuma. Menghafalnya di dalam 日曜日, 毎日, 今日 itu berguna. JLPT nggak memintamu melafalkan kanji. Mereka memintamu memahaminya dalam kalimat nyata. Belajar seperti cara kamu akan diuji.

3. Listening Dilatih Setiap Hari, Bukan Minggu Terakhir

Listening adalah bagian di mana paling banyak peserta kehilangan poin. Dan kamu nggak bisa mengejarnya dengan sprint di akhir. Telinga terbiasa secara bertahap. 10-15 menit audio bahasa Jepang setiap hari selama berbulan-bulan mengalahkan 10 jam di minggu terakhir.

4. Kerjakan Simulasi Lengkap Sebelum Ujian

Minimal 2-3 simulasi lengkap, dalam kondisi nyata: waktu terbatas, tanpa istirahat, tanpa kamus. Kamu akan tahu di mana kamu kehilangan waktu, bagian mana yang menjebakmu, dan cara mengelola kelelahan mental. Lebih baik tahu di rumah daripada di ujian.

5. Kenali Struktur Ujian

Setiap level JLPT punya struktur yang jelas. Berapa soal per bagian, berapa waktu, jenis pertanyaan apa. Pelajari itu. Tahu apa yang diharapkan mengurangi kecemasan dan membuatmu bisa mengalokasikan waktu dengan cerdas.

6. Jangan Terjebak di Soal Sulit

Aturan emas: kalau nggak tahu jawabannya dalam 30 detik, tandai yang paling mungkin dan lanjut. Satu soal salah harganya 1 poin. Tiga soal nggak dijawab karena habis waktu di satu soal harganya 3 poin. Matematikanya jelas.

7. Pakai Spaced Repetition (Ini Bukan Opsional)

Spaced repetition bukan 'trik'. Ini cara kerja memori manusia. Mengulang kanji di momen tepat saat hampir lupa menanamkannya selamanya. Mengulang setiap hari itu tidak efisien. Tidak mengulang sama sekali itu sia-sia. Timing adalah segalanya.

8. Belajar Setiap Hari, Walau Cuma 20 Menit

Konsistensi mengalahkan intensitas. Setiap. Satu. Kali. 20 menit setiap hari selama 6 bulan adalah 60 jam belajar. 3 jam di akhir pekan selama 6 bulan adalah 72 jam... tapi terdistribusi buruk. Otak belajar lebih baik dengan dosis kecil yang sering.

9. Sehari Sebelumnya: Istirahat, Jangan Belajar

Kamu nggak akan belajar hal baru dalam 24 jam terakhir. Tapi kamu bisa kelelahan mental. Sehari sebelum ujian: review ringan, tidur cukup, siapkan dokumen. Datang ke ujian segar, bukan kelelahan.

10. Setelah Ujian: Analisis, Jangan Lupakan

Lulus atau gagal, ujian memberimu informasi berharga. Bagian mana yang bagus? Di mana kehilangan poin? Apa yang belum dipelajari? Pakai informasi ini untuk level berikutnya (atau untuk percobaan kedua).

Bagaimana Kanjidon Menerapkan Strategi Ini

Kanjidon dibangun dengan prinsip-prinsip ini. Spaced repetition otomatis (strategi 7). Kanji dalam konteks kata (strategi 2). Kuis yang memaksamu mengeluarkan jawaban tanpa petunjuk (seperti ujian sungguhan). Belajar harian yang digamifikasi membuat konsistensi lebih mudah (strategi 8).

Ini bukan satu-satunya sumber yang kamu butuhkan. Tapi untuk kanji, ini yang membuat perbedaan antara 'sudah belajar' dan 'sudah tahu'.

Intinya

JLPT nggak menghadiahi yang belajar paling banyak. Menghadiahi yang belajar paling baik. 10 strategi ini bukan rahasia. Ini akal sehat yang diterapkan dengan disiplin. Ikuti mereka, dan hari ujian akan jadi konfirmasi dari apa yang sudah kamu tahu, bukan kejutan.

Mulai belajar kanji hari ini

Download on the App Store Get it on Google Play